foto1
foto1
foto1
foto1
foto1

Login Form

Sabtu (14/7) STKIP PGRI Sumatera Barat memperluas jejaring kerjasamanya dengan salah satu Perguruan Tinggi di Korea selatan yaitu Daegu Catholic University (DCU). Perguruan Tinggi ini memiliki jumlah mahasiswa sekitar 17.000 orang dengan 63 jurusan berbeda dengan lokasi kampus berbeda yaitu di HyoSung Campus in Hayang (Gyeongsan), the Luka Campus di  Daemyeong (Daegu), dan Justino Campus di Namsan (Daegu). Perguruan ini mendapatkan pengakuan dari pemerintah Korea Selatan sebagai “Pusat Pengajaran Terbaik” dari Menteri Pendidikan, Penelitian dan Tekhnologi Korea Selatan.

Penjajakan kerjasama dua Perguruan Tinggi ini sudah dimulai oleh IRO STKIP PGRI Sumatera Barat di Forum KUI yang berlangsung di Surabaya tahun 2017 lalu.  Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi tentang kedua PT. Ada banyak kesamaan yang dirasakan selama diskusi tersebut.

 

Setelah beberapa kali berkomunikasi, akhirnya pihak DCU mengatakan akan datang ke STKIP PGRI Sumatera Barat. Ada 2 kegiatan yang diselenggarakan yaitu kuliah umum dengan tema “Sistim Pendidikan Tinggi Di Korea” dan Penandatanganan MOU. Seluruh civitas akademika STKIP PGRI Sumatera Barat menyambut dengan bahagia karena sudah lama mereka sangat ingin mendapatkan informasi tentang Korea. 

Kuliah umum tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Akademik, Sri Imelwaty, Ph.D dan dihadiri oleh Pimpinan Prodi, Dosen, Tenaga Kependidikan dan mahasiswa. Dalam kata sambutannya, beliau mengatakan bahwa “ kerjasama ini dapat berjalan dengan baik, tidak hanya diatas kertas. Kerjasama haruslah bersifat seimbang dan menguntungkan bagi kedua belah pihak. Kerjasama dengan DCU akan membuka gerbang kerjasama dengan PT lainnya di Korea Selatan. Selanjutnya, beliau berharap ada fasilitas yang dapat diberikan oleh DCU terhadap STKIP PGRI Sumatera Barat.  Pihak DCU yang diwakili oleh Song Doo Jin menyampaikan dalam kuliah umumnya “DCU dapat mengeluarkan surat garansi sebagai pengganti surat jaminan keuangan guna aplikasi visa, jadi keluarga mahasiswa tidak perlu repot untuk mengumpulkan banyak dana sebagai financial quaranty. Kebijakan ini telah diterima oleh pemerintah Korea,” jelas Mr. Song.

Selain itu, beberapa beasiswa juga ditawarkan untuk meringankan biaya studi mahasiswa, antara lain diskon tuition fee. Mahasiswa juga dapat melakukan kerja tambahan di sela-sela waktu kuliah.

“Gaji kerja paruh waktu per jam di Daegu sama besarnya dengan di Seoul, namun biaya hidup lebih murah,” tambahnya. Selanjutnya ada program 2+2 atau transfer credit program yang dapat membantu mahasiswa kelas international harus menempuh program ke luar negeri.

Setelah kuliah umum, acara ini ditutup dengan penandatanganan MOU oleh kedua belah pihak.